Google Translate

EPIDEMIOLOGI INFEKSI VIRUS


EPIDEMIOLOGI INFEKSI VIRUS

            Epidemiologi adalah kajian mengenai penentu (determinan), dinamika dan penyebaran penyakit pada populasi. Resiko infeksi penyakit pada seekor hewan atau pada populasi hewan ditentukan oleh :
  1. Sifat virus, misalnya keragaman antigenik
  2. Inang dan populasi inang, misalnya kekebalan bawaan dan kekebalan perolehan.
  3. Lingkungan dan ekologi.

Epidemiologi dapat dipandang sebagai bagian dari biologi lingkungan yang berusaha menggabungkan  berbagai faktor itu menjadi satu kesatuan.

Kajian epidemiologi juga efektif untuk :
  1. memastikan peran virus dalam etiologi penyakit
  2. memahami interaksi virus dengan penentu lingkungan  dari penyakit
  3. menentukan faktor yang mempengaruhi kerentanan inang
  4. memahami cara penularan virus
  5. pengukuran skala besar dari vaksin dan obat.





2.1 Penggunaan Data dalam Epidemiologi

Tingkat Kejadian
            Kejadian adalah ukuran dari frekuensi dalam suatu waktu. Misalnya tingkat  kejadian bulanan atau tahunan dan sangat penting artinya untuk penyakit akut dalam waktu singkat.

Untuk infeksi akut, ada tiga parameter dalam menentukan tingkat kejadian infeksi:
  1. Proporsi hewan yang rentan
  2. Proporsi hewan rentan yang terinfeksi
  3. Persentase hewan terinfeksi yang menjadi sakit

Proporsi hewan pada populasi yang rentan terhadap virus tertentu menunjukan riwayat pendedahan terdahulu terhadap virus dan jangka waktu imunitas. Proporsi hewan rentan yang terinfeksi selama setahun atau satu musim dapat sangat beragam, ditentukan oleh faktor seperti jumlah dan kerapatan, infeksi arbovirus dan populasi vektor. Dari jumlah hewan yang terinfeksi, hanya beberapa yang mudah diketahui .

            Tingkat Kejadian =     jumlah kasus x 10n
                                                __________________ pada periode tertentu
                                               Populasi yang riskan

Keterangan : 10n = 1000, 100.000, 1000.000, dst nya.


Prevalensi
            Adalah gambaran kilat dari frekuensi suatu penyakit, yang berlaku pada suatu saat tertentu. Ini merupakan fungsi dari kejadian dan jangka waktu penyakit. Seroprevalensi berkaitan dengan proporsi hewan dalam populasi yang mempunyai antibodi terhadap virus tertentu. Karena antibodi penetral seringkali tetap ada sampai beberapa tahun, maka tingkat seroprevalensi dapat menunjukkan pengalaman kumulatif terpapar virus.
           
Tingkat Prevalensi =              Jumlah kasus x 10n
                                               ___________________  pada saat tertentu
                                               Populasi yang riskan

Tingkat Kematian
            Kematian karena penyakit dapat dikatagorikan dalam dua bentuk :
  1. Angka kematian spesifik-penyebab.
Jumlah kematian karena penyakit pada tahun tertentu, dibagi dengan keseluruhan populasi pada pertengahan tahun. Biasanya dinyatakan per 100.000.
  1. Angka fatalitas-kasus.
Persentase hewan penderita penyakit tertentu yang mati karena penyakit itu sendiri.

2.2 Sumber Data
            Sumber data dipengaruhi oleh :umur, jenis kelamin, genetik, status imun, gizi, dan berbagai parameter prilaku. Yang paling luas berpengaruh adalah umur, yang mana dapat mengacaukan status imunologi dan berbagai peubah fisiologi. Pengupulan data yang cermat tetang terjadinya penyakit adalah cukup sulit. Bahkan data untuk denominator, yaitu populasi keseluruhan seringkali tidak tersedia. Yang ada hanya informasi mengenai jumlah kasus.

2.3 Istilah – Istilah dalam Epidemiologi

Endemik
            Pada hewan dipakai istilah enzootik, yaitu suatu penularan penyakit yang mengakibatkan terjadinya penyakit secara berkesinambungan pada populasi disuatu daerah terbatas selama periode waktu tertentu.

Epidemik
            Pada hewan dipakai istilah epizootik, yaitu puncak dari kejadian penyakit yang melampaui batas endemik atau tingkat penyakit yang diperkirakan.

Besarnya puncak yang diperlukan untuk membentuk epizootik hanya berdasarkan perkiraan saja dan dikaitkan dengan latar belakang tingkat enzootik, seperti angka morbiditas (angka kesakitan) dan pengetahuan bahwa penyakit timbul karena tingkat keganasannya. Sebagai contoh penyakit Newcastle tipe velogenik pada unggas dapat dianggap sebagai enzootik, sedangkan sejumlah kecil kasus bronkitis menular tidak dianggap sebagai enzootik.

Pandemik
            Pada hewan dipakai istilah panzootik, yaitu epizootik yang terjadi diseluruh dunia. Seperti panzootik parvovirus anjing yang terjadi diseluruh dunia diawal tahun 1980-an. 

Masa Inkubasi
            Adalah jangka waktu antara infeksi dgn mulai terjadinya gejala klinis penyakit. Pada banyak penyakit, sperti influenza unggas, masa inkubasi sangat singkat, kurang lebih hanya sehari akan muncul gejala klinis. Hewan yang terinfeksi akan mengeluarkan virus dan tetap menular dalam jangka waktu tertentu. Periode kemenularan (infektifitas), tergantung pada macam penyakitnya.
 Infektifitas biasanya singkat pada penyakit akut dan sangat lama pada infeksi kronis. Sebagai contoh pada infeksi lentivirus seperti infeksi virus imunodefisiensi kucing, masa inkubasinya berlangsung sampai tahunan, tetapi hewan yang terinfeksi bersifat menular jauh sebelum munculnya gejala penyakit. Pada infeksi yang demikian, tingkat penularanya munkin rendah, tapi karena masa menularnya sedemikian lama, virus dengan mudah dipertahankan dalam populasi. 

2.4 Tipe Penyidikan Epidemiologi

    Penyidikan atas penyebab
Metode epidemiologi digunakan untuk menentukan kejadian dan prevalensi penyakit menular, hubunga antara penyebab dan pengaruh dan evaluasi atas faktor resiko penyakit yang meliputi kajian seksi – silang , kajian pengendalian kasus dan kajian prospektif (kohort).

Kajian seksi-silang
 Dapat dilakukan dengan cepat dan menyajikan data tentang prevalensi penyakit tertentu pada populasi.

Kajian pengendalian kasus
Penyidikan dimulai setelah penyakit berjangkit dan diupayakan untuk mengidentifikasi penyebabnya. Jadi ini adalah kajian retrospektif. Keuntungan dari kajian retrospektif ini adalah dapat dimanfaatkannya data yang ada dan biaya pelaksanaanya murah.

Kajian prospektif
Penyidikan dimulai dengan adanya perkiraan penyebab penyakit dan populasi yang terpapar oleh virus. Penyebab yang diperkirakan itu dipantau untuk adanya bukti penyakit.

Tipe kajian ini memerlukan pembuatan data baru dan pemilihan  kelompok kontrol yang semirip mungkin dengan kelompok terpapar, kecuali tidak ada kontak dengan virus penyebab yang diperkirakan itu.

Kajian prospektif, tidak menghasilkan  analisis yang cepat, karena hasil harus diikuti sampai penyakit dapat diamati , seringkali dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan kajian ini mahal. Namun, bila kajian prospektif berhasil dengan baik, pembuktian hubungan penyebab dan pengaruhnya tidak dapat dibantah.  
Kajian epidemiologi lain yang digunakan untuk mengetahui manfat vaksin atau obat, disebut kajian sentinel.  

Kajian sentinel
Dapat digunakan  untuk mempelajari secara luas prevalensi dari infeksi arbovirus. Bila digunakan untuk mengevalasi vaksin atau obat, kajian  jangka panjang itu mempunyai keuntunan yaitu menyangkut semua peubah yang berpengaruh pada sitem peternakan  secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Baca Juga Artikel Yang Lainnya:

·