Google Translate

CAPLAK LUNAK

CAPLAK LUNAK

PEMBAHASAN

Parasit adalah suatu organisme lebih kecil yang hidup menempel pada tubuh organisme yang lebih besar yang disebut host. Keberadaan parasit dalam tubuh host dapat bersifat sebagai parasit sepenuhnya dan tidak sepenuhnya sebagai parasit. Hal tersebut tergantung dari jumlah, jenis, tingkat kesakitan yang dapat ditimbulkan oleh parasit serta ketahanan tubuh dan nutrisi dalam tubuh host. Hubungan host dan parasit dapat bersifat simbiosis, mutualisme, parasitis, dan parasitosis (Bowmans 1999).

Dalam pembagiannya parasit ada yang endoparasit dan ektoparasit. Endoparasit adalah parasit yang hidupnya berada di dalam tubuh hospes. Sedangkan, ektoparasit adalah parasit yang terdapat di luar tubuh host (inang). Dari sekian banyaknya ektoparasit di dunia termasuk dalam filum Arthropoda. Nama dari filum ARTHROPODA (Artropoda) berasal dari bahasa “greek” ARTHROS berarti ruas atau segmen dan PODOS berarti kaki, sehingga tanda karakteristik (menciri) dari filum ini adalah memiliki kaki yang beruas-ruas atau bersegmen. Salah satu kelas adalah Kelas Arachnida (Araknida), morfologi umumnya Stadium Dewasanya memiliki 8 buah (4 pasang kaki), berbeda dengan kelas Insekta karena stadium dewasanya hanya memiliki 6 buah (3 pasang kaki). Alat Mulut mengalami modifikasi (perubahan bentuk) yang jelas kelihatan (Kelicera, Palpus Maksilaris dan Hipostoma), yang berada diatas Basis Kapituli yang diperuntukkan untuk menghisap, tidak memiliki (Antena, Sayap, Mata Majemuk dan Mandibula).

Akan dibahas adalah Famili argasidae anggotanya merupakan Caplak Lunak, karena tidak memiliki Skutum (perisai kitin yang bertektur keras), kulit luarnya seringkali berkerut dan tidak betul-betul lunak seperti yang lazim, tetapi sangat kuat. Kapitulum dan alat mulut lainnya terletak pada bagian depan permukaan ventral tubuh dan tidak kelihatan dari sebelah atas, kecuali stadium larva kapitulumnya ada yang melewati tepi tubuhnya. Umumnya tidak memiliki Mata, tetapi beberapa spesies memiliki 2 pasang terletak disamping lipatan suprakoksa kaki. Memiliki sepasang Spirakel terletak pada samping belakang dari koksa kaki ke-3 dan tidak ditemukan pada Larva. Pada caplak jantan skutum menutupi seluruh bagian dorsal dan caplak betina skutum hanya menutupi sebagian kecil di belakang gnatosoma

Pembagian ordo caplak:

Acari

sub ordo: metastigmata

Ixodidae

(caplak keras)

Ixodes

I.Pacificus

I.Holocyclus

Paralysis



Haemophysalis

H.cordeilus




Dermacentor

D. andersoni

D.occidentalis

paralysis

virus



Amblyoma

A.americanum

A.cayenense

Tularemia



Rhipicephalus

R.apendiculatus




Boopphilus

B.microplus Babesia



Argasidae (caplak lunak)

Ornithodoros

O.savignyi

O.hermisi

Relapsing vefer

Gatal



Otobius

O.megnini

Gatal



Argas

A. percicus


Astigmata

Psoroptidae

Chorioptes

C.bovis



Sarcoptidae

Sarcoptes

S.scabei

Zoonosis,gatal

Klasifikasi, kira-kira telah teridentifikasi ada 140 spesies, mencakup 4 genus antara lain : (1). Argas, (2) Otobius, (3) Ornithodoros dan (4) Antricola, hanya Genus : (Argas, Otobius dan Ornithodoros) yang terpenting dan akan dibahas lebih lanjut.

1. Genus Argas

Caplak ini sangat pipih. Integumennya seperti kulit dan seringkali mengandung “kancing” kecil, bulat dengan sebuah lekuk ditengah. Seringkali terdapat sebuah rambut di dalam lekuk tersebut. Jantan dan betina kelihatan serupa. Jenis kelamin dapat dibedakan secara nyata hanya berdasarkan bentuk lubang alat kelamin luar dibagian permukaan ventral agak ke anterior dan berukuran besar pada yang betina dan kecil pada yang jantan, bersifat parasit temporer. Argas persicus merupakan caplak ayam atau kutu biru (sebenarnya). caplak tersebut 0.5-1.3 cm panjangnya dan lebarnya 0.25-0.6 cm.

Bentuk tubuhnya oval dengan bagian anterior mengecil, berwarna kuning sampai coklat kemerahan, Kulit luarnya berbungkul-bungkul dan keriput dibagian dorsal, stadium Nimfa dan Dewasa Kapitulum dan Alat Mulut terletak pada bagian ventral anterior tubuh dan tidak kelihatan dengan jelas dari sebelah atas dan berfungsi untuk menghisap darah, tetapi Kapitulum larvanya menonjol melewati tepi tubuhnya. Tepi tubuhnya jelas (runcing). Jenis kelamin dapat dibedakan secara nyata hanya berdasarkan bentuk lubang alat kelamin luar dibagian permukaan ventral agak ke anterior dan berukuran besar pada yang betina dan kecil pada yang jantan, bersifat parasit temporer.

Gambar 1

Misalnya argas persicus, caplak yang belum menghisap darah kira-kira tebalnya 0.75 mm dan yang sudah menghisap darah sekitar 3 mm. caplak tersebut terdapat dibagian-bagian dunia yang curah hujannya ringan. Seperti di Amerika Serikat, caplak tersebut didapatkan di Negara bagian sebelah selatan dan terutama di barat daya. Siklus hidupnya sangat khas bagi caplak argasida pada umumnya. Telur diletakan dicelah celah dan dilekuk-lekukan kandang unggas. Telur terebut menetas dalam waktu 2 minggu sampai 3 bulan tergantung dari suhunya.

Larva menempel pada unggas ditempat yang bulunya jarang seperti dibawah sayap, paha dan leher dan tetap disitu untuk menghisap darah kira-kira seminggu. Kemudian mereka jatuh dan memilih menjadi nimfa setelah beberapa hari. Nimfa menggunakan hampir seluruh waktunya bersembunyi dicelah celah dan lekukan lekukan kandang. Mereka keluar pada waktu malam hari untuk makan pada unggas, tinggal hanya beberapa menit pada unggas dan kemudian kembali ke tempat persembunyiannya. Mereka makan dua atau tiga kali dan kemudian menyilih menjadi dewasa. Hal tersebut berlangsung 30 hari atau lebih mulai dari telur sampai stadium dewasa. Yang dewasa juga menggunakan hampir seluruh waktunya dalam persembunyian, tetapi keluar waktu malam hari untuk menghisap darah. Yang betina bertelur 25 sampai 100 butir atau lebih.

2. Genus Ornithodoros

Kapitulum terletak baik submental maupun relatif jauh dari ujung anterior, dibagian ventral tubuh. Hipostoma berkembang baik. Ada atau tidak ada mata. Tubuhnya sangat pipih, tetapi sisi dorsalnya kelihatan cembung bila caplak terebut telah menghisap darah. Integument dari dorsal dan ventral bersambung di kedua sisis. Ada kira-kira 60 jenis dari genus ini dan kira-kira 20 diantaranya ada di Amerika utara, Amerika Tengah, dan kuba.

Kulit luarnya biasanya bergeranul merata dan ditemukan rambut yang tajam, sedangkan durinya lebih jelas dibandingkan Otobius, Kapitulum terletak disebelah ventral dan jauh dari tepi tubuh jika dilihat dari dorsal, Hipostomanya bekembang baik, Mata kadang-kadang ditemukan, berbeda dengan Argas karena Ornithodoros bentuknya oval tetapi tidak pipih pada saat tidak menghisap darah tetapi memanjang dan bagian dorsalnya akan cembung setelah menghisap darah , sehingga tepi tubuhnya tumpul.

Ornitodoros turicata, O. parkeri, dan O.hermsi terdaat di rocky mountain dan Negara-negara bagian Pantai Pasifik Amerika Serikat. Ornitodoros kadang-kadang terdapt di rumah-rumah dan terutama di gubuk-gubuk kayu musim panas di Amerika Serikat bagian barat dan barat daya. Caplak ini gigitannya menyakitkan dan dapat membawa demam. Ornitodoros turicat, dan O.hermsi merupakan jenis yang paling penting. Betina yang masak berukuran 5-6 mm X 3-4 mm. genus ini barangkali lebiih penting pada rodensia liar dan manusia daripada ternak.

Yang betina bertelur dari bulan mei sampai oktober dicelah celah dan lekuk lekukan kandang. Telur ini menetas dalam waktu 15 sampai 21 hari, dan beberapa hari kemudian menjadi larva, larva makan beberapa kali, tetap menempel pada induk semangnya selama 12 sampai 30 menit setiap kali makan. Mereka menyilih kira-kira dalam waktu 15 hari dan nimfanya makan untuk beberapa hari, menyilih menjadi nimfa instar ketiga dalam waktu 10 sampai 32 hari lagi. Nimfa ini kemudian makan dan menyilih menjadi stadium dewasa. Pembuahan terjadi bila yang jantan menaruh spermatofora pada lubang kelamin betina.

Ga

Gambar 2

Yang betina mulai bertelur dalam waktu kira-kira sebulan. Siklus mulai dari telur ke telur berlangsung kira-kira 4 bulan di laboratorium, tetapi memakan waktu lebih lama di alam karena tiap stadium harus menunggu berbulan-bulan sebelum munculnya hewan yang mereka hisap darahnya. Caplak dewasa dapat hidup 7 bulan tanpa makan, dan nimfa serta larvanya waktunya lebih singkat.

Gambar 3

3. Genus Otobius

Integument yang dewasa bergranulasi, sedangkan nimfanya mempunyai spina. Kapitulum terletak jauh dari ujung anterior tubuh pada yang dewasa, tetapi dekat pada yang masih nimfa, tidak ada mata. hipostomanya mengecil pada yang dewasa, tetapi berkembang bagus pada nimfa. terdapat dua jenis pada genus ini.

Otobius megnini yaitu caplak telinga berduri. Caplak ini terdapat di bagian-bagian dunia yang lebih panas. Caplak ini terdapat pada daerah yang memilki curah hujan lebih dari 1000 mm. larva dan nimfa ditemukan di dalam telinga sapi, kuda, keledai, biri-biri, kucing, anjing, dan berbagai hewan liar di selatan mulai dari British Columbia samapi Mexico, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Gambar 4

Yang betina bertelur diatas tanah. Telur menetas dalam waktu 18 sampai 23 hari, dan larva yang baru muncul merayap ke atas pada tumbuh-tumbuhan, untuk menemukan hewan sebagai induk semangnya dan berjalan ke dalam lubang telinga. Disini mereka menempel, menghisap darah, dan menyilih menjadi nimfa di stadium pertama. Nimfa-nimfa ini menempel, menghisap darah, kemudian menyilih menjadi nimfa stadium II, yang juga menghisap darah. Caplak ini dapat beraada di telinga selama 4 bulan. Nimfa yang kenyang menghisap darah panjangnya 8-10 mm. kemudian mereka melepaskan diri, keluar dari lubang telinga, jatuh ke tanah dan menyilih menjadi stadium dewasa. Mereka berkopulasi dan yang betina mulai bertelur dalam waktu 14-42 hari. Mereka tidak makan, tetapi melanjutkan bertelur sampai kira-kira 5 bulan, selama waktu ini mereka menghasilkan lebih dari 500 telur. Larva yang tidak makan mampu hidup 19 sampai 63 harim pada suhu kamar.

Gambar 5

KESIMPULAN

Dari pembuatan paper ini, dapat di simpulkan :

1. Salah satu ciri penting arthropoda adalah kaki yang beruas-ruas atau bersegmen

2. Famili argasidae anggotanya merupakan Caplak Lunak, karena tidak memiliki Skutum (perisai kitin yang bertektur keras), kulit luarnya seringkali berkerut dan tidak betul-betul lunak seperti yang lazim, tetapi sangat kuat.

3. Adapun genus dari argasidae yang dibahas adalah dari genus argas, ornithodoros, dan otobius.

DAFTAR PUSTAKA

1. Alan, W (1994). Arthropods of Humans and Domestic Animals. A Guide to Preliminary Identification. 1st Ed. Chapman & Hall.

2. Bowman, D.D (1999). Georgis’ Parasitology for Veterinery. 8th Ed. Saunders an Imprint of Elsevier Science

3. Levine, N.D (1990). Parasitologi Veteriner. Terjemahan Gatut Ashadi. Gajah Mada University Press

4. Soulsby, E.J.L (1982). Helminths, Arthropods and Protozoa of Domesticated Animals. 7th Ed. Bailliere Tindal London

5. Urquhart, G.M; J. Amour; J.L. Duncan; A.M. Dunn and F.W. Jennings (1985). Veterinary Parasitology. Longman Scientific and Technical.

3 komentar:

Albert Sudaryanto mengatakan...

halo gan salam kenal Kunjungan balik nich

cahyadi_blog_san mengatakan...

tnks gan, kasih tips - tips nya ya... maklum baru pemula..

cahyadi_blog_san mengatakan...

Tnks Gan,
Btw Gimana Cr lihat statistik biar lebih up to date?

Baca Juga Artikel Yang Lainnya:

·