Google Translate

Contoh Resensi Novel (2)


RESENSI NOVEL

KASIH TAK TERLARAI
OLEH : I WAYAN KARIASA ( 18 )
XI IPA – 1

Judul                           : Kasih tak terlerai
Tahun                          : 2000
Penulis                         : Suman Hs
Jumlah halaman           : 168
Penerbit                       : Bali Pustaka
Harga                          : Rp 18.000,00

            Setelah sukses dengan novel yang berjudul “Sajak – sajak dalam majalah pujangga baru” Siman Hs mencoba menerbitkan kasih tak terurai. Dalam novel ini Suman Hs menghadirkan perpaduan kisah percintaan, perpisahan, penghinaan, dan humor.
            Kisah tak terurai karya Suman Hs menceritakan tentang anak yang tingginya 1½ meter. Yang memiliki keluarga besar. Mereka terdiri dari ayah, ibu, dua orang adik dan si Taram sendiri. Taram ini sudah berusia 18 tahun, tetapi dalam hayatnya itu hanya 2 kali dia dapat pujian, yang pertama saat ayahnya pulang dari luar kota, membawa kacamata, dan menyuruhnya si Taram memakai kacamata itu karena ia dinilai paling ganteng oleh ayahnya. Pujian yang kedua saat si Taram mengikuti suara bilal di mesjid, dan ayahnya menilai suara Taram bagus sekali.
            Pada suatu hari Taram pergi ke negeri Singapura untuk mencari anjing yang akan diajak untuk berburu, tapi siapa sangka di negeri itu terdapat kembang yang bernama Nurhaida. Ia adalah gadis yang alim, baik hati, dan penyayang. Tapi Nurhaidah sudah 2 – 3 kali menolak cowok yang mencoba mau menjadi pacarnya. Sedangkan Taram akrab banget sama ayahnya, dan siapa sangka Nurhaidah jatuh hati kepada Nurhaida, dan ia pun mau menerima Taram.
            Walaupun novel ini termasuk fiksi kasih, tetapi bahasa yang ditekankan terkesan mudah dan ringan untuk dipahami. Bahkan novel ini dipenuhi oleh humor, sehingga sifat yang diambil pelaku apa adanya.
            Hal yang menarik saat si Taram mengungkapkan perasaannya terhadap Nurhaida. Taram diketawai oleh warga dan orang – orang yang melihatnya dan diketawai tidak level.
            Hal yang menarik lainya tampak pada saat Taram melarikan Nurhaida ke hutan dan orang tua maupun warga ikut mengejarnya.
Sebagai novel yang menyediakan kasih, agaknya novel ini sangat cocok dibaca anak – anak sampai remaja. Novel ini terdiri dari dua bagian, dimana disetiap bagian di isi judul sehingga para pembaca tidak merasa bosan.
Kekuatan novel ini terletak pada pembentukan karakter tokoh yang kuat dan bahasa yang digunakan simpel dan padat. Meskipun novel ini menceritakan percintaan, tetapi tak terdapat hal – hal yang bersifat negatif, sehingga anak – anak tidak ada halangan untuk membacanya.

Tidak ada komentar:

Baca Juga Artikel Yang Lainnya:

·