Google Translate

Ideologi Bangsa Indonesia



1.     Pengertian ideology
            Secara umum ideology berarti gagasan atau pemikiran yang dalam sebagai ajaran, teori, dokrin yang diwakili kebenarannya  dengan disusun secara sistematis sehingga menjadi pedoman di dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2.     Ciri-ciri ideology terbuka yaitu:
  1. nilai dan cita-cita tidak boleh dipaksakan dari luar melainkan diambil dan digali dari moral dan budaya masyarakat itu sendiri
  2. bukan berdasarkan keyakinan ideologis kelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari consensus masyarakat tersebut
  3. nilai-nilai itu bersifat dasar dan hanya secara garis besar sehingga tidak langsung operasional

3.     ciri-ciri ideology tertutup yaitu :
  1. merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan mmperbaiki masyarakat
  2. atas nama ideology dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat
  3. bukan hanya berisi nilai-nilai dan cita-cita tertentu, melainkan juga tuntutan konkret dan operasional yang keras, yang ditunjukan dengan mutlak.

4.     Perbandingan ideology pancasila dengan ideology lain

  Ideologi
 aspek
liberalisme
komunisme
sosialisme
pancasila
Politik hukum
·   Demokrasi liberal
·   Hokum untuk melindungi individu
·   Dalam politik mementingkan individu
·Demokrasi rakyat
·Berkuasa mutlak satu parpol
·Hulum melanggengkan komunis
·   Demokrasi untuk kolektifitas
·   Diutamakan kebersamaan
·   Masyarakat sama dengan negara
·   Negara pancasila
·   Hokum untuk menjungjung tinggi keadilan keberadaan individu dan masyarakat
Ekonomi
·   Peran Negara kecil
·   Swasta mendominasi
·   Kapitalis
·   Monopolisme
·   Pesaing bebas
·   Peran Negara dominant
·   Demi kolektifitas berarti demi Negara
·   Monopoli negara
·   Peran Negara ada untuk pemerataan
·   Keadilan distributive yang diutamakan
·   Peran Negara ada untuk tidaknya monopoli, dll,yang merugikan rakyat
Agama
·   Agama urusan pribadi
·   Bebas beragama
·   Bebas memilih agama
·   Bebas tidak beragama
·Agama candu masyarakat
·Agama harus dijauhkan dari masyarakat
·ateis
·  Agama harus mendorong berkembangnya kebersamaan
·Bebas memilih salah satu agama
·Agama harus menjiwai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pandangan terthadap individu dan masyarakat
·   Individu lebih penting daripada masyarakat
·   Masyarakat diabdikan bagi individu
·   Masyarakat tidak penting
·   Kolektif yang dibentuk Negara lebih penting
·   Masyarakat lebih penting daripada individu
· Individu dan masyarajat diakui keberadaanya, hubungan masyarakat dilandasi oleh keselarasan, keserasian,dan keseimbangan
· Individu akan punya arti apabila ditengah masyarakat
Ciri khas
·Penghargaan atas ham
·Demokrasi
·Negara hokum
·Menolak dogma
·Reaksi terhadap absolutisme
·Ateisme
·Dogmatis
·Otoriter
·Ingkar ham
·Reaksi terhadap liberalisme dan kapitalisme
·Kebersamaan
·Akomodasi
·Jalan tengah
·Keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam setiap aspek kehidupan



            Dari data di atas saya mengambil salah satu perbandingan yaitu dilihat dari segi aspek perbandingan terhadap individu dan masyarakat.
·   Ada pandangan liberalisme yang bertitik tolak dari keberadaan manusia sebagai individu dan menganggap terbentuknya masyarakat adalah dari individu-individu yang bebas dan mandiri (individu lebih penting daripada masyarakat). Ini memberi arti dan peran yang berlebihan kepada manusia sebagai individu yang bebas dan otonom sehingga keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat bergantung pada keberhasilan dan kesejahteraan individu. Oleh karena itu, pesaing pesaingan bebas yang menjadi cirri pandang liberal sering kali dilakukan dengan melupakan kepentingan orang lain sehingga terjadi penindasan leh pihak kuat terhadap pihak lemah. Dengan demikian kepentingan umum sering ditelantarkan. Ini memberi pandangan seakan-akan yang kuat sajalah yang dapat hidup. Hal itu dengan sendirinya akan akan menimbulkan ketidak puasan dan kegelisahan di lingkungan masyarakat dan menciptakan kondisi yang tidak sehat  dan jelas bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradap serta asas keadilan social bagi rakyat Indonesia.
·   Berhadapan dengan pandangan tadi ada pandangan yang berlainan yaitu ideology sosialisme. Pandangan ini menyebutkan masyarakat lebih penting dari pada individu . masyarakat yang dianggap segala-galanya sehingga pribadi dianggap seolah-ilah sebuah alat saja dari mesin raksasa masyarakat. Pada dasarnya, pandangan ini mengingkari manusia pada harkatnya sebagai pribadi karena semata-mata menekankan kewajibannya terhadap masyarakat, tanpa menghargai hak dan kebebasannya yang melekat pada harkatnya itu.
·   Pancasila tidak memilih dari dua pandangan tadi juga tidak mengawinkanya menjadi satu. Individualisme, liberalisme, maupun komunisme dalam segala bentuk dan perwujudannya tidak sesuai dengan sifat kompherensif integral pancasila. Pancasila menampilkan pandangan bahwa manusia pada hakikatnya adalah kesatuan pribadi, yang memiliki dimensi social dan individu sekaligus. Oleh karena itu, pembentukan kepribadiannya harus terjadi dengan merealisasikan ke dua dimensi itu secara integral dan seimbang. Pengembangan pribadi hanya terjadi dengan baik sejauh dilakukan dalam konteks kemasyarakatannya, sedangkan masyarakat hanya akan bermakna dan meningkat kualitasnya, sejauh mampu mendukung proses pendewasaan pribadi warganya.
Oleh karena itu, amatlah pentingnya  untuk menjaga keseimbangan diantara ke dua dimensi itu. Pancasila yang utuh memberi keyakinan kepada bangsa Indonesia bahwa kebahagiaan tercapai apabila didasarkan atas dasar keselarasan, keserasian, dan keseimbangan.

Tidak ada komentar:

Baca Juga Artikel Yang Lainnya:

·