Google Translate

Cara Menulis Catatan Kaki


CATATAN KAKI

Catatan kaki adalah keterangan-keterangan dari teks yang ditempatkan pada kaki halaman yang bersangkutan.
tujuan pemakaian catatan kaki :
ü      mendukung kleabsahan penemuan, atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam teks;
ü      tempat memperluas pembahasan yang diperlukan, tetapi yidak relevan jika dimasukkandi dalam teks;
ü      Reference silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/ halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tukisan; dan
ü      Tempat menyatakan penghargaan atas karya atas karya atau data diterima dari orang lain.

A.Unsur-unsur catatan kaki
1.      Nomor rujukan yang diotulis ½ spasi lebih tinggi;
2.      nama pengarang lengkap dan tidak terbalik, setelah nama diberi tanda koma (,);
3.      judul buku (digaris bawahi /dicetak miring) atau artikel (diapit tanda petik dua);
4.      tempat penerbit ditempatkan dalam tanda kurung, setelah judul buku;
5.      peneribit,
6.      tahun terbit, dan
7.      halaman (biasanya disingkat hlm. Dan diberi tanda titik setelah  angka).

B.Cara menulis catatan kaki :
1)      Catatan kaki dengan satu pengarang
 contoh : 1Henry Guntur Tarigan, Pengajaran pragmatic (Jakarta: Angkasa,1990), hal.18.
2)      Catatan kaki dengan dua pengarang.
Contoh : 2Gorys Keraf dan Frans Asisi Datang, Fasih Berbahasa Indonesia (Jakarta: Erlangga, 1999), hal. 18.
3)      Catatan kaki dengan lebih dari dua pengarang
Contoh : 3Kusmadi et al., Pelajaran Bahasa dan Sastra  Indonesia 1 untuk SMU (Jakarta: Yudistira, 1997), hal. 132.
4)      Catatan kaki yang edisi berikutnya mrngalami perubahan
Contoh : 4M. Ramlan, Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis (rev. ed) (Yogyakarta: Karyono, 1987),hal. 87.
5)      Catatan kaki dengan seorang editor
Contoh : 5Muersal Estened., Menjelang Teori dan Teori Kritik Satra Bahasa Indonesia yang Relevan (Bandung: Angkasa, 1988), hlm. 94.
6)      Catatan kaki terjemahan
Contoh : 6Ata Kiwan, terj. S. D. Sjah (Ende: Nusa Indah, 1984), hlm. 35.
7)      Catatan kaki dari artikel majalah atau surat kabar
Contoh : 7A. M. Slamet Soewandi, “Bahasa Pers dan Pengaruhnya” .Kompas, 18 April 1995, hlm.4.

Tidak ada komentar:

Baca Juga Artikel Yang Lainnya:

·