Google Translate

Diagnosis Klinik Veteriner Sistem Pencernaan


Diagnosis Klinik Veteriner
Sistem Pencernaan
Dosen ; I Wayan Batan


Rongga Mulut
·         Observasi/Inspeksi : warna, normal merah muda atau pink. Mulut anjing ada pigmen kehitaman (normal)
·         Selaput lendir : selalu lembab
·         Pada Hipersalivasi, selaput lendir lembab berlebihan.
·         Bau mulut disebabkan oleh gangguan gigi atau jaringan membusuk.
Gusi/Gingiva
·         Warna normal merah muda
·         Petekhie : adanya bintik – bintik kemerahan.
·         Hipertrofi : gusi tumbuh berlebihan.
·         Mendeteksi hipersalivasi apabila gusi Radang/Bengkak

Palatum/Langit – langit
·         Pallatum durum/langit – langit depan tekstur keras.
·         Pallatum mole/langit – langit belakang tekstur lembut
·         Fistula Oro Nasal / Cleft palate: celah penghubung mulut dan hidung. Pada kasus sumbing Fistula oronasal hewan tidak dapat menyusui.
·         Stomatitis : radang di rongga mulut. Jika terjadi di tempat itu : primer. Namun jika penyakit tidak terjadi di mulut : sekunder.
·         Gangguan ginjal : ulkus uremikus di mulut (contoh stomatitis sekunder)
·         Benda asing seperti tusuk sate dan sebagainya dapat tersangkut di sela – sela gigi.

Teknik Pemeriksaan Mulut
·         Teknik harus menggunakan Glove, kedua tangan memegang mulut, tangan di atas menyentuh palatum dan tangan dibawah menyentuh lidah.
·         Observasi permukaan lidah, bergerigi ataukah ada bintik – bintik. Observasi gigi dan palatum durum serta tonsil.

Pemeriksaan Faring
·         Rangsang hewan agar menelan caranya (1) beri sedikit minum (2) raba faring dengan tangan. Jika diberikan minum akan  terjadi disfagia (ditelan kemudian dikeluarkan lagi) artinya hewan gangguan pada faring
·         Pemeriksaan Faring yang lebih mendalam, hewan dibius kemudian dibuka mulutnya, faring dilihat di tempat yang terang. Pemeriksaan ini menggunakan alat Larisoskop atau Spay Hook (sejenis spait untuk menggeser laring)
·         Pada kucing, menggunakan cotton bud/cotton swab. Bibir atas didorong dengan cotton swab, sehingga terlihat giginya.
·         Abses atau tumor atau bengkak pada Ln.Retrofaring dapat medorong organ faring (jakun) sehingga dapat terasa.
·         Fraktur os Hyoideus, dapat dirasakan patahnya dengan palapsi.
·         Benda asing yang tidak dapat ditelan ke esofagus dapat tersangkut di faring.
·         Mengamati Tonsil, dilihat warna atau lesi (kemerahan, nanah/mukus).
o   Tonsil kiri dan kanan besarnya sama (normal) atau tidak,
o   Meradang bersama atau tidak ada radang.
o   Radang salah satu atau tumor salah satu
·         Periksa nares caudalis/choanae, pemeriksaan ini agak susah, biasanya ditemukan benda asing tersangkut di sini.

Pemeriksaan Esofagus/Kerongkongan
Ø  Cara pemeriksaan, observasi dan palpasi.
Ø  Esofagus tersumbat : obstruksi.
Ø  Cara observasi, hewan diberi air, jika obstruksi akan terjadi disfagia (air akan ditelan kemudian akan dikeluarkan kembali)
Ø  Cara Palpasi, diraba dengan seksama, apakah ada sesuatu menyangkut atau tidak di esofagus.
Ø  Alat : Rontgen/Radiografi dan Gastrokopy.
Gangguan esofagus terjadi Regurgitasi, berupa :
1.      Apa yang ditelan akan dikeluarkan lagi tanpa tekanan atau tenaga (meluah, Bali)
2.      Menelan secara spontan dan cepat tapi akhirnya disfagia.
3.      Anjing pada regurgitasi, air yang ditelan dapat masuk ke trakea kemudian ke paru menyebabkan Pneumonia aspirasi.

Pemeriksaan Perut
v  Dengan palpasi abdomen. Tidak bisa dilakuakan dalam keadaan berdiri karena ototnya tegang, sehingga harus dibaringkan (Right Lateral Recumbency)
v  Dengan observasi : melihat perut besar atau tidak.
v  Anjing berbaring (perut kiri), tangan kiri dimasukkan ke bawah tubuh anjing. Jika anjing rileks baru dapat dilakukan palpasi.
v  Jari kita merasakan letak, ukuran , konsistensi atau kekenyalan dari organ tersebut.
v  Lengkungan dari arcus costalis, dibelakang tulang iga adalah tempat untuk pemerikasan limpa dan hati (Perut kiri).
v  Pemerikasaan mengikuti putaran jarum jam, dimulai dari kiri bawah lateral (dibawah Xiphoideus) untuk pemerikasaan hati.
v  Tulang iga terakhir disisi kiri, untuk pemerikasan hati, limpa, dan lambung secara normal tidak teraba, jika teraba artinya ada bengkak atau tumor.
v  Ujung tulang iga / pada sambungan tulang iga dan tulang belakang (lumbal) adalah tempat pemeriksaan ginjal.
o   Kucing : ginjal dapat dipegang dari luar.
o   Anjing : kadang dapat diraba, kadang tidak.
v  Sejajar tulang lumbal di abdomen, untuk palpasi colon (colon seperti selang).
v  Pemeriksaan Vesica urinaria dan prostat dilakukan di bawah os lumbal, biasanya pemeriksaan dilakukan dari belakang.
v  Kemudian lebih ke bawah, pemeriksaan usus halus (di perut kanan).
v  Palpasi untuk penyakit Goat direkomendasikan dengan pemerikasaan lanjutan misal, Rontgen, USG atau Gastroskopi.
v  Hal yang menyulitkan / kesulitannya adalah apabila (1) Pada hewan Obesitas (2) Pada hewan sedang hamil.
Perkusi Abdomen
v  Suara timpany (kembung) menandakan ada angin banyak terakumulasi di lambung atau usus. Tidak timpany pada organ hati, ginjal dan limpa.
v  Ascites yaitu perut penuh terisi air di rongga peritoneum/ busung air. Pemeriksaan dilakukan secara berdiri kemudian abdomen ditepuk.
Auscultasi Abdomen (Suara Perut)
v  Dilakukan di ruangan Hening
v  Usus selalu bersuara, suaranya periodik seperti suara gilingan.
v  Borboringmi/mus adalah suara berlebihan pada usus.
v  Suara berlebihan (karena lapar) berbunyi kreok – kreok bisa didengarkan tanpa stetoskop.

Pemeriksaan Rectum, Anus dan Glandula Analis
ü  Rectum adalah usus besar paling caudal, panjang 5 – 6 cm. Dibelakangnya ada anus.
ü  Gl. Analis dari anus terletak pada arah mata jam 4/5 dan 7/8. Fungsinya adalah untuk melicinkan kotoran untuk keluar.
ü  Gl Analis Bengkak, sembelit.
ü  Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan jari telunjuk atau ibu jari ke anus (menggunakan glove)
ü  Diameter anus anjing tergantung ras dan umur anjung.
ü  Spinkter/Sphincter : adalah penggerak anus. Ada terletak di dalam (internal) dan di luar (eksternal).
ü  Saraf yang menginervasi adalah N.Pudensus, Dari sacrum I, II, III keluar dari sumsum tulang belakang.
ü  Tanda gangguan pada anus adalah Tenesimus dan Dishezia.
ü  Tenesimus atau ngeden/merejan, kotoran tidak bisa keluar. Dishezia adalah keluar tinja yang berdarah, biasanya berwarna kuning kemerahan karena adanya darah.
Pemeriksaan Rectum
ü  Eksplorasi rectal (digital), dengan menggunakan jari (satu jari).
ü  Yang dirasakan
o   (1) Adanya hambatan atau penyempitan
o   (2) Suhu rectum panas atau tidak
o   (3) Tulang pelvis (patah atau tidak)
o   (3) Lubangnya Lurus atau mencong atau tidak simetris.
ü  Kel. Prostat gangguan, hewan susah kencing. Prostat terletak di dasar anus.
ü  Saat tangan dikeluarkan, lihat warna dan konsistensi tinjanya.

Pemeriksaan Tinja
·         Hb rendah, tinja berwarna hitam (melena)
·         Pendarahan lambung sepanjang usus (colon) tinja akan berwarna merah.
·         Jika pendarahan hanya pada colon, tinja berwarna merah.
·         Jika pada usus, tinja berwarna merah kehitaman.

Sekian
Ringkasan ini adalah ringkasan pribadi dipergunakan untuk keperluan pribadi.
By: Cahyadi Putra (1026)

Tidak ada komentar:

Baca Juga Artikel Yang Lainnya:

·