Google Translate

Tujuan dan Kekurangan Operasi Trepanasio



         Trepanasio pada tulang tengkorak (craniotomy) dapat dilakukan untuk tujuan tertentu seperti :
a.       Mendiagnosis, menghapus, atau mengobati tumor otak
b.      Memotong atau memperbaiki suatu aneurisma
c.       Menghilangkan darah atau pembekuan darah dari pembuluh darah yang bocor
d.      Menghapus arteriovenous malformation (AVM). Massa abnormal dari pembuluh darah (arteri dan vena)
e.       Pengeringan abses otak. Sebuah saku kantong nanah yang terinfeksi
f.         Perbaikan patah tulang tengkorak
g.        Perbaikan robekan pada selaput otak (dura mater)
h.       Menghilangkan tekanan dalam otak (tekanan intrakranial) dengan menghapus daerah yang rusak atau bengkak otak yang mungkin disebabkan oleh luka trauma atau stroke
i.         Mengobati epilepsi. Sebuah kondisi neurologis yang melibatkan otak yang membuat lebih rentan terhadap kejang.
j.        Menanamkan perangkat stimulator untuk mengobati gangguan gerak seperti penyakit Parkinson atau distonia (sejenis gangguan gerakan) pada manusia.
Trepanasio pada tulang tengkorak (craniotomy) meliputi operasi epidueral hematoma (EDH) dan subdural hematoma (SDH). Epidural Hematoma (EDH) adalah suatu perdarahan yang terjadi di antara tulang dan lapisan duramater. Subdural hematoma (SDH)  adalah suatu perdarahan yang terdapat pada rongga diantara lapisan duramater dengan araknoidea.
         Epidueral hematoma (EDH) terletak di luar duramater tetapi di dalam rongga tengkorak dan cirinya berbentuk bikonveks atau menyerupai lensa cembung. Organ terletak di daerah temporal atau temporo­parietal yang disebabkan karena robeknya arteri meningea media akibat retaknya tulang tengkorak. Gumpalan darah yang terjadi dapat berasal dari pembuluh arteri, namun pada sepertiga kasus dapat terjadi akibat perdarahan vena. Tetapi ada kalanya epidueral hematoma (EDH) terjadi akibat robeknya sinus venosus terutama pada regio parieto – oksipital dan fora posterior.
         Walaupun secara relatif perdarahan epidural jarang terjadi, namun harus dipertimbangkan karena memerlukan tindakan diagnostik maupun operatif yang cepat. Perdarahan epidural bila ditolong segera pada tahap dini, prognosisnya sangat baik karena kerusakan langsung akibat penekanan pengumpalan darah pada jaringan otak tidak berlangsung lama.
Pada hewan yang mengalami kondisi tersebut akan menunjukan beberapa gejala klinis yaitu penurunan kesadaran, pupil anisokor dengan refleks cahaya menurun dan kontralateral hemiparesis merupakan tanda adanya penekanan brainstem oleh herniasi uncal dimana sebagian besar disebabkan oleh adanya massa extra aksial. Kegunaan dari operasi trepanasio ini ada dua yaitu:
a.   Ekstracranial
1.   Pengurangan fraktur yang melibatkan orbit dan mengancam mata.
2.   Penghapusan tumor atau kondisi seperti tumor yang melibatkan tengkorak atau jaringan lunak yang berdekatan.
b.   Intracranial
1.   Pengurangan fraktur depresi yang mempengaruhi langsung pada otak.
2.   Penghapusan tumor otak dan selaput otak.
3.   Penghapusan massa intrakranial lainnya.
4.   Biopsi massa intrakranial.
Adapun keuntungan atau manfaat dari dilakukannya operasi trepanasio pada tulang tengkorak (craniotomy) antara lain:
1.      Menyediakan dekompresi langsung segera otak jika tekanan intrakranial meningkat.
2.      Menyediakan akses untuk biopsi dan atau penghapusan massa intrakranial.
3.      Memungkinkan untuk pengurangan lanjutan tekanan intrakranial setelah operasi.
4.      Trepanasio memberikan perlindungan otak setelah operasi.
Adapun kekurangan dari dilakukannya operasi trepanasio pada tulang tengkorak (craniotomy) antara lain:
1.      Membutuhkan ahli bedah relatif berpengalaman untuk mencegah kerusakan lebih lanjut ke otak.
2.      Mengharuskan manajemen anestesi yang relatif dialami selama operasi.
3.      Mengharuskan manajemen relatif mengalami setelah operasi.
4.      Membutuhkan beberapa peralatan khusus.
5.      Trepanasio dapat mengekspos otak untuk risiko yang berlebihan cedera setelah operasi, terutama dengan reseksi luas dan pada anjing dengan cakupan otot sedikit atau tidak ada otak yang terkena.
6.      Trepanasio tidak memungkinkan untuk pengurangan lanjutan tekanan intrakranial setelah operasi.
7.      Kabel yang digunakan untuk mengamankan trepanasio dapat mengganggu pencitraan, pelat titanium dan sekrup atau monofilamen jahitan mungkin pilihan yang lebih baik untuk kasus – kasus di mana pencitraan selanjutnya dipertimbangkan.
         Operasi trepanasio dilakukan untuk pengobatan bedah terhadap berbagai gangguan neurologis atau otak. Gangguan tersebut antara lain:
1.      Perubahan metabolik dalam sel saraf atau glial.
2.      Penurunan pasokan vaskular dengan jaringan normal (iskemia).
3.      Penurunan autoregulasi serebrovaskular.
4.      Perdarahan (intraparenchymal, intraventrikular, extradural atau subdural).
5.      Iritasi (generasi kejang).
6.      Obstruksi dari sistem ventrikel.
7.      Pembentukan edema.
8.      Produksi produk fisiologis aktif.
9.      Peningkatan tekanan intrakranial (ICP).
10.  Hematoma (bekuan darah)
11.  Aneurisma (pecahnya pembuluh darah)
12.  AVM (gangguan pembuluh darah)
13.  Patah tulang tengkorak
14.  Untuk penghapusan benda asing yang terdapat di otak
Operasi trepanasio juga dapat digunakan untuk menghilangkan tumor atau pertumbuhan lainnya dari tengkorak dan jaringan lunak yang berdekatan. Operasi trepanasio dapat diindikasikan untuk pendekatan luas yang meninggalkan wilayah besar otak terpapar atau pada hewan yang memiliki sedikit jaringan lunak cakupan terkena otak. Operasi ini umumnya dilakukan pada anjing yang keturunan biasanya mempunyai kepala yang pendek dan lebar.

Tidak ada komentar:

Baca Juga Artikel Yang Lainnya:

·